Blackout Sumatera: Mahasiswa Kesulitan Kejar Tugas Kuliah
PADANGSIDIMPUAN, Matanetizen.com — Pemadaman listrik massal melanda lima provinsi di Sumatera sejak Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.44 WIB. Hingga Sabtu, 23 Mei 2026 siang, sebanyak 540 penyulang lumpuh total akibat gangguan pada jalur transmisi di Kabupaten Bungo, Jambi. Jutaan pelanggan domestik, pelaku usaha mikro, dan mahasiswa di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, serta Jambi terdampak langsung.
Awal Gangguan hingga Pemadaman Berantai
Cuaca buruk menghantam jalur transmisi tegangan tinggi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai, Kabupaten Bungo, Jambi, pada Jumat malam. Kondisi itu memaksa jalur utama keluar dari sistem interkoneksi Sumatera.
Terputusnya jalur tersebut memicu ketidakseimbangan frekuensi pada sistem pembangkit di seluruh Sumatera Bagian Utara dan Tengah. Sistem proteksi otomatis melepas pembangkit satu per satu hingga pemadaman merambat sampai ke ujung Aceh.
Proses pemulihan berjalan lambat. Di Aceh, 19 dari 21 gardu induk mulai bertegangan pada Sabtu dini hari. Namun, di Kota Padangsidimpuan, listrik sempat menyala selama 10 jam sejak pukul 04.05 WIB sebelum kembali padam total pada pukul 09.00 WIB. Per Sabtu siang, hanya 231 dari 540 penyulang yang berhasil dipulihkan PT PLN (Persero).
Dampak ke Warga: Dari Warung Charging hingga Harga Genset Rp16 Juta
Warga Kota Padangsidimpuan merasakan dampak langsung selama lebih dari 12 jam tanpa penerangan dan sinyal internet. April Yanti Harahap, warga Padangsidimpuan, menyebut sejumlah mahasiswa di kota itu terkendala menyelesaikan tugas kuliah akibat ponsel kehabisan daya dan sinyal internet terputus.
Di sisi lain, warung kelontong yang memiliki genset di Padangsidimpuan buka 24 jam dan menjadi tempat pengisian daya bagi warga sekitar, berdasarkan keterangan Syahrul Harahap, warga setempat.
Di Kota Medan, panic buying genset terjadi di Pusat Penjualan Genset Jalan Pandu. Harga genset kapasitas besar naik hingga Rp16 juta per unit akibat lonjakan permintaan, menurut keterangan pedagang di kawasan tersebut.
Dampak pemadaman secara ringkas:
- 540 penyulang lumpuh; per Sabtu siang baru 231 penyulang pulih
- 5 provinsi terdampak: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi
- Mahasiswa Padangsidimpuan terdampak akibat tenggat tugas dan ketiadaan sinyal
- Genset kapasitas besar di Jalan Pandu, Medan naik ke Rp16 juta per unit
- Warung kelontong bergenset di Padangsidimpuan beroperasi 24 jam sebagai pusat pengisian daya warga
Tanggapan PLN dan Status Pemulihan
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyatakan tim teknis PLN bekerja memulihkan sistem interkoneksi Sumatera secara bertahap. PLN mengimbau masyarakat di wilayah yang sudah menyala agar menghemat penggunaan daya guna menjaga kestabilan sistem.
Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan Rahmat Marzuki menyampaikan koordinasi dengan PLN terus berjalan untuk memantau perkembangan pemulihan di wilayah kota.
Hingga Sabtu, 23 Mei 2026 sore, PLN belum merilis estimasi waktu pasti kapan sistem interkoneksi Sumatera pulih 100 persen. Masyarakat dapat memantau status pemulihan melalui aplikasi PLN Mobile.
Terkait spekulasi yang beredar di media sosial mengenai kemungkinan serangan siber atau sabotase, tidak ada pernyataan resmi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) maupun Badan Intelijen Negara (BIN) hingga berita ini diturunkan. PLN dan pemerintah menyebut penyebab utama adalah faktor cuaca ekstrem.
Baca juga: Listrik Padam di Medan Selama 4 Jam, Ini Penjelasan PLN
