Prabowo Bercanda soal Reshuffle Zulhas di Kebumen
KEBUMEN, Matanetizen.com — Presiden Prabowo Subianto berkelakar akan mereshuffle Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan setelah sang menteri menyebut nama desa yang keliru saat mendampingi kunjungan kerja ke Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026. Momen spontan itu terjadi di sela panen raya udang di Balai Usaha Budi Daya Kelautan (BUBK) Kebumen, sebelum Presiden melanjutkan pidato mengenai capaian swasembada pangan dalam 19 bulan pemerintahannya.
Kesalahan Penyebutan Nama Desa
Presiden Prabowo membuka sambutan dengan mengucapkan terima kasih atas undangan ke “Desa Karangduwur”. Koreksi datang dari warga di dalam kerumunan: lokasi yang sebenarnya adalah Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan.
Prabowo kemudian memanggil seorang warga naik ke panggung untuk memastikan nama desa yang benar. Setelah mendapat konfirmasi, Presiden menoleh ke Zulkifli Hasan—yang sebelumnya membisikkan nama yang salah—dan bertanya kepada hadirin apakah menterinya layak direshuffle. Warga menjawab serempak “jangan”, disambut tawa di lokasi acara.
Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, hadir dalam kapasitas sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan mendampingi kunjungan kerja tersebut.
Capaian BUBK Kebumen dan Rencana Replikasi Nasional
Setelah momen tersebut berlalu, Prabowo melanjutkan pidato dengan memaparkan sejumlah data capaian sektor pangan dan perikanan. Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam kegiatan itu, tambak BUBK Kebumen yang sudah beroperasi mencakup 65 hektare dari total lahan 100 hektare, dengan produktivitas mencapai 40 ton udang per hektare.
Harga udang saat ini berada di kisaran Rp70.000 per kilogram, sehingga nilai produksi per ton mencapai Rp70 juta. Tambak tersebut juga menyerap 650 tenaga kerja lokal.
Pemerintah berencana mereplikasi model tambak ini di beberapa daerah, antara lain:
- Waingapu, Nusa Tenggara Timur (2.000 hektare)
- Gorontalo (200 hektare)
- Pantai Utara Jawa atau Pantura (14.000 hektare)
Satu catatan mengenai nilai investasi BUBK Kebumen: sebagian sumber menyebut angka Rp175 miliar, sementara sumber lain menyebut nilai yang lebih besar untuk skema integrasi kawasan. Angka resmi yang final belum dikonfirmasi secara resmi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun Kementerian Koordinator Bidang Pangan hingga berita ini ditulis.
Prabowo: 19 Bulan Swasembada Pangan
Dalam pidato yang sama, Presiden Prabowo menegaskan bahwa dalam 19 bulan masa pemerintahannya, Prabowo menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas strategis, meliputi beras, jagung, telur, dan ayam. Presiden juga menyebut target swasembada daging akan dicapai dalam empat hingga lima tahun ke depan.
Kegiatan panen raya di BUBK Kebumen pada Sabtu, 23 Mei 2026 telah selesai dilaksanakan. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono turut hadir dalam acara tersebut berdasarkan data entitas yang tercantum dalam keterangan resmi kegiatan.
