Nasional

9 Relawan WNI Flotilla Gaza Tiba di Jakarta usai 4 Hari Ditahan IDF

TANGERANG, Matanetizen.com— Sembilan warga negara Indonesia anggota misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 24 Mei 2026 pukul 15.30 WIB, setelah sempat ditahan sekitar empat hari oleh militer Israel (IDF) di perairan internasional Mediterania. Mereka disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono beserta keluarga masing-masing relawan, sebelum langsung menjalani pemeriksaan medis dan pendampingan psikologis.

Kapal Dicegat, Relawan Disekap 4 Hari

Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam penyambutan di Bandara Soekarno-Hatta, kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 mulai dibayangi dan dikejar kapal perang IDF pada 17–18 Mei 2026 di kawasan perairan Mediterania, dekat Siprus. Kapal itu membawa bantuan logistik untuk warga Jalur Gaza, bersama 428 aktivis internasional dari 52 negara.

Pasukan Israel kemudian aktivis menyebut kapal dihentikan dan dikuasai secara paksa oleh pasukan Israel, melumpuhkan sistem komunikasi, dan menahan seluruh aktivis. Selama empat hari masa penahanan dan interogasi, sembilan relawan WNI mengalami intimidasi serta kekerasan fisik.

Herman Budiyanto, salah satu dari sembilan relawan, mengungkapkan bahwa sekitar 40 peserta flotilla mengalami cedera berat, antara lain:

  1. Patah tulang rusuk
  2. Patah tangan
  3. Luka tembak

Para relawan WNI juga mengaku mengalami pukulan, tendangan, dan penyetruman selama proses penahanan berlangsung. Seluruh bukti kekerasan fisik telah didokumentasikan melalui prosedur visum resmi saat transit di Turki.

Kesembilan relawan WNI yang ditahan adalah Herman Budiyanto, Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa, Asad Aras Muhammad, Hendro Prasetyo, Bambang Noroyono, Thoudy Badai Rifan Billah, Andre Prasetyo Nugroho, dan Rahendro Herubowo. Mereka tergabung dalam koalisi kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

Turki Fasilitasi Pemulangan, Menlu Tekan Israel di PBB

Berkat diplomasi intensif yang melibatkan aliansi tiga negara—Turki, Yordania, dan Mesir—para relawan dibebaskan pada 21 Mei 2026. Turki secara khusus menyediakan pesawat Turkish Airlines untuk menerbangkan 422 relawan dari 41 negara, termasuk sembilan WNI. Proses deportasi dilakukan melalui Istanbul sebelum rombongan WNI melanjutkan penerbangan ke Jakarta.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan apresiasi atas peran aktif Turki dalam memfasilitasi pemulangan. Duta Besar RI untuk Turki Achmad Rizal Purnama dan Konsul Jenderal Istanbul Darianto turut mendampingi proses evakuasi di pihak Indonesia.

Pemerintah RI juga menggunakan momentum ini untuk menekan Israel di forum Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa atas dugaan pelanggaran hukum internasional di perairan internasional. Hingga berita ini ditulis, pemerintah belum merilis lini masa pasti mengenai langkah hukum formal ke Mahkamah Internasional (ICJ) atau Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Di sisi organisasi, Maimon Herawati selaku perwakilan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) hadir dalam penyambutan. Lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat juga turut terlibat dalam misi ini, dengan Syamsul Ardiansyah mewakili Dompet Dhuafa.

Para relawan kini berada di bawah pengawasan tim medis dan psikolog untuk pemulihan trauma pascapenahanan. Sebelumnya, peristiwa pencegatan kapal ini telah dilaporkan dalam laporan awal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *