Ledakan Misterius Picu Kebakaran di Medan Petisah, Pemilik Rumah Luka Bakar
MEDAN, Mata Netizen, Asap hitam masih mengepul tipis ketika enam unit mobil pemadam kebakaran berhasil menjinakkan api yang melahap sebuah rumah di Jalan Cangkir, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sabtu (18/4/2026) siang. Yang tersisa hanya kerangka bangunan, dua sepeda motor hangus, dan satu mobil Mitsubishi Xpander dengan pelat BK 1885 ADW yang tak lagi bisa dikenali bentuknya.
Pemilik rumah, Johanes Tampubolon, kini dirawat di RS Royal Prima Medan dengan luka bakar di bagian punggung dan dada — satu-satunya korban luka dalam peristiwa yang penyebabnya masih diselidiki polisi.
Warga Dengar Suara Ledakan Sebelum Api Membesar
Kejadian bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Warga di sekitar Jalan Cangkir dikejutkan oleh suara ledakan yang terdengar dari dalam rumah milik Johanes. Tak lama setelah itu, api langsung membesar dan menjalar cepat ke seluruh bagian bangunan.
Johanes yang saat itu berada di dalam rumah sempat terjebak sebelum berhasil keluar. Luka bakar di punggung dan dadanya menjadi bukti betapa cepatnya api merembet.
Kepala Lingkungan (Kepling) Sei Putih Tengah, Bungenta Marpaung, membenarkan informasi tersebut. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian langsung berusaha membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum unit pemadam tiba di lokasi.
Rumah itu dihuni oleh empat orang. Selain Johanes, kondisi dan keberadaan tiga penghuni lainnya saat kejadian berlangsung hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi.
Enam Unit Damkar Dikerahkan, Rumah Tinggal Kerangka
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan mengerahkan enam unit armada untuk menangani kebakaran ini. Kasi Pemadam Kebakaran Kota Medan, Rusli Simbolon, hadir langsung memimpin penanganan di lokasi.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 WIB — berselang kurang lebih setengah jam dari laporan pertama masuk. Jeda itu cukup bagi api untuk melahap hampir seluruh isi dan struktur bangunan.
Satu unit mobil Xpander berplat BK 1885 ADW yang terparkir di halaman hangus total. Dua sepeda motor ikut menjadi korban — satu Honda Beat berplat BK 3641 AFT, satu lagi belum teridentifikasi platnya. Nilai kerugian material secara keseluruhan belum ada konfirmasi resmi, namun dipastikan sangat besar mengingat kondisi rumah yang rata dengan tanah.
Kebakaran yang menghanguskan kendaraan dalam jumlah besar bukan kejadian pertama di Medan. Sebelumnya, kebakaran gudang ekspedisi di Medan juga menghanguskan tujuh kendaraan sekaligus dalam waktu singkat.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Polisi dan INAFIS Olah TKP, Penyebab Masih Diselidiki
Setelah api padam, lokasi langsung dikuasai aparat. Tim kepolisian bersama unit INAFIS mulai melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menelusuri penyebab pasti kebakaran.
Suara ledakan yang didengar warga sebelum api membesar menjadi salah satu fokus penyelidikan. Polisi masih menyelidiki kemungkinan sumber ledakan, termasuk dugaan tabung gas atau korsleting listrik.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari kepolisian mengenai penyebab kebakaran. Penyelidikan masih berjalan.
Rusli Simbolon menegaskan pihaknya telah menyelesaikan tugas pemadaman dan menyerahkan lokasi sepenuhnya kepada kepolisian untuk proses investigasi lanjutan.
Dua Versi Informasi Beredar di Awal Kejadian
Ada perbedaan keterangan yang perlu dicatat. Informasi awal yang beredar menyebut pemilik rumah sedang tidak berada di lokasi saat kebakaran terjadi dan tidak ada korban luka. Fakta lapangan menunjukkan sebaliknya: Johanes justru berada di dalam rumah, sempat terjebak, dan kini dirawat akibat luka bakar.
Perbedaan seperti ini kerap muncul di menit-menit pertama sebuah bencana, ketika situasi masih kacau dan informasi belum sempat diverifikasi. Fakta soal korban luka yang sempat tidak muncul dalam laporan awal menjadi catatan penting bagi proses peliputan lapangan.
Peristiwa ini menjadi bagian dari rangkaian kejadian yang terus dipantau di kanal Seputar Kita — ruang liputan peristiwa yang menyentuh langsung kehidupan warga Medan dan sekitarnya.
Satu Keluarga Kehilangan Segalanya dalam Hitungan Menit
Di balik data dan kronologi, ada satu keluarga yang Sabtu siang itu kehilangan hampir segalanya dalam waktu kurang dari setengah jam. Rumah tempat empat orang tinggal kini hanya menyisakan kerangka yang menghitam. Kendaraan yang sehari-hari digunakan ikut lenyap.
Johanes Tampubolon masih mendapat perawatan di RS Royal Prima Medan. Kondisi terkininya belum ada pembaruan resmi dari pihak rumah sakit maupun kepolisian.
Sementara itu, tim INAFIS dan penyidik kepolisian masih bekerja di lokasi. Jawaban atas suara ledakan yang mengawali peristiwa ini — apakah kelalaian teknis atau faktor lain — kini sepenuhnya ada di tangan mereka.
Perkembangan investigasi akan terus dipantau.

