Berhenti untuk Foto di Tikungan Maut, Rombongan Arteria Dahlan Picu Kemacetan di Sitinjau Lauik
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, rombongan yang melibatkan Arteria Dahlan dan dikawal polisi berhenti di tikungan paling ekstrem Sitinjau Lauik pada 6 April 2026 untuk berfoto. Kendaraan dari dua arah tertahan. Sepekan kemudian, anggota polisi pengawal dipanggil untuk diperiksa.
Jalur Sitinjau Lauik, Sumatra Barat, kembali jadi sorotan—bukan karena kecelakaan, melainkan karena tindakan yang dinilai warganet justru berpotensi memicunya. Pada 6 April 2026, sebuah rombongan kendaraan berhenti di Panorama 1 Sitinjau Lauik, tepat di titik tikungan tajam yang selama ini dikenal sebagai salah satu ruas paling rawan di jalur Padang–Solok.
Berdasarkan video yang beredar luas di media sosial, rombongan itu melibatkan Arteria Dahlan dan sejumlah pejabat lainnya. Pengawalan dilakukan oleh anggota Satlantas Polres Solok Kota. Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah penumpang turun dari kendaraan dan berfoto di badan jalan, sementara iring-iringan kendaraan umum dari dua arah terpaksa berhenti dan mengantre.
Rekaman Warga Ungkap Situasi di Lapangan
Seorang warganet yang melintas di lokasi merekam kejadian itu dan mengunggahnya ke media sosial. Video berdurasi pendek tersebut memperlihatkan kondisi nyata: badan jalan di tikungan sempit terblokir oleh rombongan yang sedang melakukan sesi foto, sementara truk dan kendaraan besar tertahan di belakangnya.
Warganet yang menyaksikan video itu memberikan respons keras. Banyak yang menyebut tindakan itu membahayakan pengguna jalan lain dan tidak mempertimbangkan kondisi jalur yang dikenal curam serta memiliki tikungan buta.
Video kemudian viral dalam hitungan hari, menggiring perhatian publik ke pertanyaan yang lebih besar: bagaimana pengawalan resmi bisa membiarkan rombongan berhenti di titik seperbahaya itu?
Polisi Periksa Anggota yang Bertugas dalam Pengawalan
Sekitar 13 April 2026—sepekan setelah kejadian—pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa anggota Satlantas Polres Solok Kota yang terlibat dalam pengawalan rombongan telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.
Pemeriksaan itu menjadi respons institusi terhadap sorotan publik yang meluas. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi mengenai sanksi yang akan dikenakan, maupun pernyataan resmi dari pihak Arteria Dahlan terkait insiden tersebut.
Sitinjau Lauik: Jalur dengan Catatan Panjang Kecelakaan
Sitinjau Lauik adalah jalur penghubung vital antara Kota Padang dan Kabupaten Solok. Tanjakan dan turunan curam berpadu dengan tikungan berlapis menjadikan jalur ini memerlukan konsentrasi penuh dari setiap pengemudi, terutama kendaraan berat.
Berhenti di badan jalan pada tikungan di jalur seperti ini berisiko tinggi, terutama bagi kendaraan dari arah berlawanan yang tidak memiliki jarak pandang memadai untuk bereaksi. Ini yang menjadi dasar kecaman publik terhadap insiden pada 6 April tersebut.
Proses pemeriksaan internal kepolisian masih berlangsung. Belum ada konfirmasi resmi dari Polres Solok Kota maupun dari pihak Arteria Dahlan mengenai perkembangan terbaru kasus ini.
Kasus ini menambah daftar insiden viral terkait penggunaan jalan oleh rombongan pejabat yang dinilai mengabaikan keselamatan pengguna lain.
baca juga laporan serupa di Kompas.com mengenai rombongan pejabat yang berfoto di Sitinjau Lauik

