Olahraga

Arema FC Tutup Musim di Depan Enam Ribu Aremania, Menang 3-1

KEPANJEN, Matanetizen.com — Sebanyak 6.502 suporter Aremania memadati Stadion Kanjuruhan, Jumat (22/5/2026), menyaksikan Arema FC menutup musim BRI Super League 2025/2026 dengan kemenangan 3-1 atas PSIM Yogyakarta. Angka kehadiran itu menjadi yang tertinggi bagi tuan rumah sepanjang musim ini, dengan Kanjuruhan mencatat atmosfer penuh antusiasme suporter hingga peluit panjang berbunyi.

Laga pekan ke-34 ini bukan lagi soal gelar juara. Namun bagi Arema, posisi akhir di papan klasemen dan momen perpisahan di depan suporter sendiri tetap menjadi target yang layak diperjuangkan.

Menit Ketiga, Kanjuruhan Sudah Bergemuruh

Arema FC tidak memberi ruang PSIM untuk bernafas sejak menit pertama. Tiga menit setelah peluit awal ditiup wasit, Joel Vinicius menerobos pertahanan tamu dan menceploskan bola untuk membuka keunggulan 1-0. Tribune tuan rumah langsung riuh.

Babak pertama berakhir dengan skor itu. PSIM, yang datang dengan misi mencuri poin demi menggeser posisi Singo Edan di klasemen, tampak kesulitan menembus lini tengah tuan rumah yang rapat.

Babak kedua baru berjalan empat menit ketika Dalberto Luan menggandakan keunggulan menjadi 2-0. PSIM sempat bangkit — Deri Corfe memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 pada menit ke-53 setelah memanfaatkan celah di lini belakang Arema. Momen itu sempat meredam sorak-sorai tribune tuan rumah. Namun Valdeci Moreira menutup duel dengan gol di injury time menit ke-90, mengunci kemenangan 3-1 untuk tuan rumah.

Nyanyian Penutup di Tengah Lapangan

Usai peluit panjang berbunyi, momen yang paling diingat bukan sekadar angka di papan skor. Para pemain Arema FC tidak langsung menuju ruang ganti. Mereka berjalan ke arah tribune, lalu bersama ribuan Aremania larut dalam nyanyian bersama di tengah lapangan — ritual perpisahan musim yang berlangsung secara spontan.

Marcos Santos, pelatih kepala Arema FC, langsung mengalihkan fokus ke evaluasi skuad usai laga berakhir. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kubu PSIM Yogyakarta terkait evaluasi tim menjelang musim baru.

Arema Finis Kesembilan, PSIM Gagal Tembus 10 Besar

Hasil ini menempatkan Arema FC di peringkat 9 klasemen akhir dengan total 48 poin. PSIM Yogyakarta tertahan di posisi 11 dengan 45 poin, gagal menembus 10 besar yang menjadi target mereka memasuki pekan pamungkas.

Kemenangan ini sekaligus menutup seluruh rangkaian laga kandang Arema FC  di Stadion Kanjuruhan sepanjang musim 2025/2026.

Catatan redaksi: Beredar informasi di sejumlah sumber terkait kondisi internal tim Arema FC selama musim ini, termasuk kabar duka yang menyebut nama seorang asisten pelatih. Hingga berita ini diturunkan, hal tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari manajemen Arema FC.

Tags: Arema FC, PSIM Yogyakarta, BRI Super League 2025/2026, Stadion Kanjuruhan, Joel Vinicius, Dalberto Luan, Valdeci Moreira, Deri Corfe, Marcos Santos, Jean-Paul van Gastel

Ringkasan perubahan QC final: Frasa “wafatnya” diturunkan statusnya menjadi “kabar duka yang belum terkonfirmasi” · Atribusi van Gastel diperbaiki agar tidak menyiratkan permintaan konfirmasi yang tidak dilakukan · Lompatan logika paragraf 3 dijembatani · Diksi dramatis (“sarat muatan emosi”, “euforia tribune”, “venue”) digeser ke framing faktual · Redundansi kata “bergemuruh” dieliminasi satu titik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *