Listrik Padam 4 Jam di Medan, Internet Lumpuh dan Harga Minuman Naik
MEDAN, Matanetizen.com — Tepat pukul 18.44 WIB, Jumat (22/5/2026), listrik padam serentak di Kota Medan. Dalam hitungan menit, padaman meluas ke Aceh, Sumatera Barat, dan Riau. Hampir empat jam, warga di empat provinsi di empat provinsi itu melewati malam tanpa penerangan, tanpa sinyal internet, dan dalam beberapa kasus — mengalami gangguan komunikasi.
Provinsi terdampak 4 provinsi — Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau
Durasi pemadaman ~4 jam — pukul 18.44 WIB hingga 22.17 WIB
Jalur transmisi terganggu 275 kV — jalur Rumai–Muaro Bungo
Kenaikan harga minuman Rp10.000 → Rp15.000 di lokasi bergenset
Penyebabnya adalah gangguan pada jaringan transmisi tegangan tinggi 275 kV di jalur Rumai–Muaro Bungo. Gangguan itu membuat sistem kelistrikan Sumatera bagian utara dan tengah kehilangan sinkronisasi secara bersamaan, berdasarkan keterangan resmi PLN UID Sumut
Dari Lampu Mati hingga Internet Putus
Pemadaman terjadi hampir bersamaan di berbagai titik Kota Medan — mulai dari Jalan Katamso, kawasan Istana Maimun, Jalan Amaliun, hingga Jalan Tempuling. Lampu lalu lintas mati, jalanan gelap, dan aktivitas toko serta kafe terhenti mendadak.
18.44 WIB
Listrik padam total di Kota Medan. Gangguan terdeteksi pada jalur transmisi 275 kV Rumai–Muaro Bungo. Padaman meluas ke Aceh, Sumut, Sumbar, dan Riau.
18.44–21.36
Kondisi puncak — jalanan gelap, lampu lalu lintas padam, akses internet terganggu di sejumlah wilayah. sejumlah warga melaporkan WhatsApp dan layanan telepon seluler sulit digunakan. Rumah sakit beralih ke genset darurat.
21.36 WIB
Listrik mulai menyala bertahap di sebagian wilayah Medan.
22.17 WIB
PLN melanjutkan proses pemulihan bertahap di wilayah terdampak. PLN memperkirakan pemulihan total membutuhkan 6–8 jam sejak gangguan pertama.
Imbauan PLN: Masyarakat diimbau tidak menyalakan banyak peralatan listrik secara bersamaan untuk menghindari lonjakan arus saat sistem dipulihkan.
Dampak Lapangan: Harga Naik, Komunikasi Lumpuh
Di sejumlah kafe dan warung yang memiliki genset, warga berbondong-bondong mencari tempat yang masih bisa menyalakan lampu dan mengisi daya ponsel. Namun kehadiran genset itu datang dengan harga.
Harga minuman di lokasi bergenset naik dari Rp10.000 menjadi Rp15.000. Tomi, salah satu warga yang ditemui di kawasan Jalan Amaliun, menyebut antrean di kafe tersebut memanjang hingga ke luar pintu.
“Mau ngecas HP aja susah. Internet mati, WhatsApp nggak bisa dibuka, nelpon juga nggak nyambung.”
— Riko, warga Medan yang terdampak pemadaman
Udin, warga lain yang tinggal di kawasan Jalan Katamso, menambahkan bahwa kondisi lalu lintas sempat kacau karena lampu lalu lintas padam di beberapa persimpangan besar.
Rumah sakit di wilayah terdampak terpaksa mengandalkan genset darurat untuk menjaga operasional alat medis dan penerangan ruang perawatan. Jumlah pastinya fasilitas kesehatan yang beralih ke genset belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Penjelasan PLN dan Status Pemulihan
Darma Saputra, Manajer Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, menyebut gangguan bersumber dari jalur transmisi tegangan tinggi 275 kV Rumai–Muaro Bungo. Gangguan di jalur itu mengakibatkan sistem kelistrikan regional kehilangan sinkronisasi dan memicu padaman berantai di empat provinsi.
Penyebab teknis spesifik yang memicu gangguan di jalur tersebut belum ada konfirmasi resmi hingga berita ini diturunkan. Tim teknis PLN masih bekerja memulihkan sistem secara menyeluruh.
Estimasi kerugian ekonomi akibat pemadaman hampir empat jam di empat provinsi ini juga belum tersedia dari pihak mana pun.
