Kepergok Curi Daun Pepaya, 2 Pria Disuruh Makan Mentah

DELI SERDANG, MATANETIZEN.COM – Dua pria di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kepergok mencuri daun pepaya di kebun warga, lalu disuruh memakan daun mentah hasil curian itu. Peristiwa di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, pada Rabu (7/10/2026) tersebut viral di media sosial dan berakhir damai lewat mediasi.

Pemilik ladang, Antoni Sitepu (49), bersama warga disebut menangkap kedua pria saat mereka memetik daun pepaya.  Kapolsek Sunggal AKP M. Ainul Yaqin menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Pasar Macam, Dusun IX A.  Menurut polisi, kedua pria berasal dari Sei Mencirim dan Klambir Lima.

Baca juga: Polda Sumut Tangkap 5 Kasir Judi Online di Apartemen Medan

Dalam video yang beredar, tampak satu karung besar berisi daun pepaya yang diduga diambil dari kebun itu. Kedua pria terlihat jongkok di semak-semak sambil mengunyah daun tersebut.  Ketika perekam bertanya soal rasanya, keduanya menjawab bahwa daun itu pahit.  Suara di video juga menyiratkan keduanya tidak boleh pulang sebelum daun habis.

Yaqin menjelaskan, setelah kedua pria diamankan di sekitar ladang, warga yang kesal menyuruh mereka memakan daun yang sudah dimasukkan ke dalam karung.  Polisi dan warga setempat menyebut daun pepaya dengan istilah daun kates.

Polisi Mediasi, Kerugian Ditaksir Sekitar Rp200 Ribu

Polisi mendatangi pemilik ladang untuk meminta penjelasan soal video viral itu. Menurut Yaqin, koordinasi dan mediasi antara pemilik kebun, warga, dan keluarga kedua pria berlangsung sekitar pukul 21.45 WIB.  Pemilik kebun dan warga disebut tidak keberatan karena kerugian diperkirakan tidak terlalu besar.  Merdeka.com mencatat taksiran kerugian sekitar Rp200 ribu.

Kedua pihak sepakat berdamai dengan satu syarat. Jika kedua pria mengulangi perbuatan serupa, warga akan menempuh jalur hukum.

Pernyataan polisi terpantau berkembang bertahap. Pada Selasa malam (20/10/2026), Yaqin menyatakan kasus masih didalami dan polisi baru menerima informasi kejadian sekitar sepekan sebelumnya. Sehari kemudian, Rabu (21/10/2026), ia membenarkan peristiwa itu dan menyampaikan hasil mediasi. Video kejadian sendiri sudah beredar di media sosial sejak Senin (19/10/2026).

Sejumlah unggahan menyebut warga kesal karena hasil kebun kerap hilang.Klaim itu belum dikonfirmasi polisi dalam pernyataan yang terpantau MATANETIZEN. Identitas kedua pria juga belum dirinci secara konsisten: satu media menulis keduanya belum diketahui identitasnya,  sedangkan media lain menyebut satu nama.  Karena itu, MATANETIZEN tidak mencantumkan nama keduanya.

Pemilik ladang mengaku telah memaafkan kedua pria. Setelah videonya beredar luas, aksi warga ini juga memicu beragam komentar dari warganet.  Dalam pemberitaan yang berhasil diverifikasi MATANETIZEN, belum ada informasi soal proses hukum lanjutan atas kasus tersebut.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *