PAMEKASAN, MATANETIZEN.COM — Duka mendalam menyelimuti keluarga Nurul Rian Hidayat (33), anak buah kapal sekaligus kru medis KM Virgo Transport 8 asal Dusun Sembung, Desa Teja Timur, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, yang menjadi salah satu dari enam korban meninggal dalam kecelakaan kapal di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu, 13 September 2026. Jenazah Rian tiba di rumah duka pada Rabu, 16 September 2026, disambut istrinya, Azimatul Munirah, yang tengah mengandung tujuh bulan.
Komunikasi Terakhir Pukul 23.59 WIB, Satu Jam Kemudian Kontak Terputus
Ipar korban, Nurhidayati Rahmah, menceritakan kepada wartawan di Pamekasan, Selasa, 15 September 2026, bahwa keluarga masih menyimpan kenangan komunikasi terakhir bersama almarhum. Pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 23.59 WIB, Rian masih sempat melakukan panggilan video bersama istri dan anaknya. Ia terlihat dalam kondisi baik. Namun setelah lewat pukul 01.00 WIB, sambungan mendadak terputus dan tidak kembali tersambung.
“Anak pertama masih kecil, istrinya juga sedang hamil,” kata Nurhidayati Rahmah kepada wartawan di Pamekasan.
Rian meninggalkan Azimatul Munirah yang tengah mengandung tujuh bulan, serta seorang anak pertama yang masih berusia satu tahun tujuh bulan. Nurhidayati menambahkan bahwa dua bulan lagi istri almarhum dijadwalkan melahirkan.
Kepastian nasib Rian baru diperoleh keluarga pada Senin, 14 September 2026 siang, saat namanya tercantum dalam daftar korban meninggal. Identifikasi jenazah Rian dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) melalui pemeriksaan sidik jari dan data medis di RS Bhayangkara Banjarmasin.
Baca juga: 5 ABK Virgo Selamat |
Kru Medis 5 Tahun di Pelayaran, Baru 3 Bulan di Virgo
Berdasarkan keterangan Nurhidayati, Rian telah berkarier di dunia pelayaran selama sekitar lima tahun. Namun ia baru sekitar tiga bulan bergabung dengan armada KM Virgo Transport 8 sebagai kru medis. Selama bekerja, Rian rutin memperoleh jatah libur satu pekan setiap bulan untuk pulang dan menemui keluarganya di Pamekasan.
Di mata teman-teman dekatnya, Rian dikenal sebagai sosok yang baik hati dan humoris. Setiap kali pulang dari bekerja, ia selalu menyempatkan diri berkunjung ke rumah teman-temannya. Sejak Minggu malam, warga dan keluarga menggelar pengajian serta doa bersama di rumah duka..
Jenazah Rian dievakuasi menggunakan helikopter dari lokasi kecelakaan, diterbangkan ke Banjarmasin, lalu dipindahkan ke Surabaya melalui Bandara Juanda sebelum akhirnya dibawa melalui jalur darat menuju Pamekasan. PT Jasa Raharja (Persero) telah menyerahkan santunan senilai Rp70 juta kepada ahli waris istri korban yang diwakili Faishol Lutfi, sepupu korban.
Operasi SAR gabungan untuk mencari 129 orang yang masih dalam pencarian tetap berlangsung di perairan Masalembo, Laut Jawa.
