SUMATERA UTARA, MATANETIZEN.COM — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Rumah Sakit Efarina Etaham dan Rumah Sakit Umum Amanda Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat, 11 September 2026, untuk meninjau langsung kondisi siswa yang masih menjalani perawatan akibat dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 13 Agustus 2026. Gibran menyampaikan permintaan maaf atas nama pemerintah dan memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung negara hingga korban sembuh.
Minta Maaf dan Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung Pemerintah
Gibran datang didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Karo Antonius Ginting. Ia menemui langsung para siswa dan orang tua korban di kedua rumah sakit.
“Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Gibran kepada orang tua korban, Jumat, 11 September 2026.
Gibran juga menyampaikan pesan kepada para orang tua agar tidak terburu-buru memulangkan anak mereka ke sekolah sebelum kondisi benar-benar pulih. “Anak-anak jangan dipaksakan masuk sekolah dahulu kalau belum benar-benar sembuh ya, bapak ibu ya,” ujarnya.
Hingga Jumat siang, sebanyak 21 siswa masih menjalani perawatan di RSU Efarina Etaham. Selain itu, Gibran meminta Gubernur Bobby Nasution untuk memastikan seluruh biaya pemeriksaan, pengobatan, dan perawatan ditanggung pemerintah hingga korban dinyatakan sembuh.
Selama kunjungan, Gibran mendengarkan langsung keluhan keluarga korban. Fitriani, salah satu orang tua siswa, menyampaikan kondisi anaknya yang masih sering mual dan kambuh setelah sebelumnya dirawat pada Agustus 2026. “Anak saya dirawat tanggal 13 [Agustus] pulang 16 [Agustus]. Sekarang kelas 3 [SMA] tahun depan sudah kuliah. Sekarang masih suka mual, masih suka kambuh-kambuh,” cerita Fitriani kepada Gibran.
Dokter Pribadi Tinggal di Karo, Siswi 16 Tahun Dirujuk ke Jakarta
Gibran turut membawa dokter pribadinya dalam kunjungan ini. Ia meminta dokter tersebut untuk sementara menetap di Kabupaten Karo guna memantau perkembangan kondisi pasien dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.
“Ini saya kesini membawa dokter pribadi saya. Saya minta dokter saya tinggal di sini dulu, untuk mengkoordinasikan sekiranya ada anak-anak yang butuh penanganan lebih intens di Jakarta,” kata Gibran.
Berdasarkan keterangan tertulis Sekretariat Wakil Presiden, Gibran menyiapkan proses rujukan ke Jakarta bagi Febiona Purba yang menjalani perawatan di RSU Amanda Berastagi. Febiona merupakan siswi SMK Negeri 1 Berastagi berusia 16 tahun yang diduga mengalami gangguan ingatan dan penurunan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG pada 13 Agustus 2026. Proses rujukan disiapkan untuk memastikan Febiona mendapat penanganan yang lebih optimal sesuai kondisi medisnya.
Agnesia Paruliana br Silitonga merupakan satu lagi korban yang kondisinya dipantau langsung Gibran. Fitriani, orang tua Agnesia, menyampaikan bahwa keluarga telah bermusyawarah dan bersedia menerima opsi rujukan ke Jakarta demi mendapatkan akses layanan medis yang lebih memadai.
Gibran juga menyatakan seluruh keluhan keluarga korban akan disampaikan kepada pimpinan tertinggi, dan meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengevaluasi program MBG. Penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam penyelidikan dan belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.
