MATANETIZEN.COM — Apple Inc. menggelar salah satu peluncuran produk paling dinanti tahun ini di Steve Jobs Theater, Apple Park, Cupertino, California, pada Rabu (9/9/2026) pukul 10.00 waktu Pasifik, atau Kamis (10/9/2026) dini hari WIB. Acara ini istimewa karena menjadi debut perdana John Ternus sebagai CEO Apple, menggantikan Tim Cook yang resmi mundur dari posisi puncak sejak 1 September 2026 dan kini menjabat sebagai Executive Chairman.
Dalam acara tersebut, Apple dikabarkan memperkenalkan iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone lipat pertama sepanjang sejarah perusahaan. Namun demikian, hingga naskah ini ditulis, redaksi belum memperoleh rilis resmi Apple yang memuat harga, nama produk, dan spesifikasi final secara pasti — sehingga sejumlah angka dalam artikel ini masih merujuk pada proyeksi lembaga riset TrendForce dan sejumlah analis yang beredar menjelang acara berlangsung. Proyeksi tersebut memperkirakan kenaikan harga ritel sebesar 10 hingga 20 persen dibanding generasi sebelumnya, dengan iPhone lipat berpotensi menjadi iPhone termahal yang pernah dirilis Apple.
Mengapa Biaya Produksi iPhone 18 Series Diperkirakan Melonjak?
Menurut laporan TrendForce yang dirilis 3 September 2026, biaya komponen memori khusus untuk varian iPhone 18 Pro 256GB pada kuartal III 2026 diperkirakan naik hampir 400 persen dibanding periode yang sama tahun lalu — bukan seluruh biaya produksi ponsel, melainkan spesifik pada komponen memori, akibat kelangkaan pasokan chip memori global yang juga dirasakan produsen elektronik lain.
Laporan TrendForce lain yang terbit 10 Agustus 2026 turut memperkirakan total biaya material (bill of materials) iPhone 18 Pro 256GB naik sekitar 38 persen secara tahunan, dengan memori menjadi salah satu pendorong utama kenaikan tersebut.
Selain itu, iPhone 18 Pro dan Pro Max dikabarkan mengusung chip A20 Pro generasi terbaru yang diproduksi dengan fabrikasi 2 nanometer (2nm) — teknologi yang secara historis lebih mahal diproduksi dibanding fabrikasi 3nm pada generasi sebelumnya karena kompleksitas manufakturnya jauh lebih tinggi. TrendForce secara eksplisit menyebut tiga model ini sebagai lini yang diperkirakan meluncur musim gugur 2026.
Sejumlah analis Wall Street, termasuk Timothy Arcuri dari UBS, turut merilis proyeksi kenaikan harga dalam catatan riset kepada investor, sejalan dengan data biaya komponen yang dipublikasikan TrendForce.
Berapa Perkiraan Harga iPhone 18 Pro Max dan iPhone Lipat Apple?
Berdasarkan estimasi yang beredar sebelum acara berlangsung, iPhone 18 Pro Max diproyeksikan naik 100 hingga 200 dolar AS dari harga generasi sebelumnya, menjadi sekitar 1.399 dolar AS, atau setara Rp23,7 juta hingga Rp24,6 juta tergantung kurs saat konversi. Angka ini masih berupa prediksi analis dan perlu dicocokkan dengan harga resmi yang diumumkan Apple di acara tersebut.
Adapun untuk iPhone lipat pertama Apple — yang nama resminya masih simpang siur antara iPhone Fold, iPhone Duo, atau iPhone Ultra — TrendForce memproyeksikan harga global mulai 2.099 hingga 2.299 dolar AS, atau berkisar Rp36,9 juta hingga Rp40,5 juta untuk varian penyimpanan terendah hingga menengah.
Di luar estimasi global TrendForce, sempat pula beredar bocoran dari halaman produk sebuah operator telekomunikasi di Australia yang mencantumkan angka AU$3.699 untuk salah satu varian iPhone lipat, sebelum halaman tersebut ditarik. Redaksi belum menemukan konfirmasi independen atas angka ini, sehingga sebaiknya dibaca sebagai bocoran yang masih memerlukan verifikasi lanjutan, bukan harga yang sudah pasti.
Dengan kisaran harga tersebut, iPhone lipat berpotensi menjadi iPhone termahal yang pernah dijual Apple, melampaui varian iPhone Pro Max mana pun sebelumnya.
Apa Artinya Perubahan Strategi Rilis Ini bagi Pengguna di Indonesia?
Yang juga menarik, Apple dikabarkan mengubah pola rilis tahunannya. TrendForce memperkirakan iPhone 18 standar dan varian yang lebih terjangkau baru akan menyusul pada kuartal I 2027, terpisah dari tiga produk premium yang diperkenalkan lebih dulu pada acara musim gugur 2026 ini.
Bagi konsumen Indonesia, strategi ini punya sejumlah implikasi. Pertama, siapa pun yang menantikan iPhone 18 dengan harga lebih terjangkau kemungkinan harus menunggu hingga kuartal I 2027 sebelum produk tersebut resmi diumumkan, dengan waktu masuk ke pasar Indonesia sendiri belum dapat dipastikan. Kedua, harga resmi di Indonesia untuk iPhone 18 Pro Max dan iPhone lipat berpotensi lebih tinggi dari angka dolar yang beredar saat ini, mengingat harga jual di dalam negeri lazimnya turut memperhitungkan pajak impor, PPN, dan margin distributor resmi — meski besaran pastinya baru dapat diketahui setelah Apple mengumumkan harga resmi untuk pasar Indonesia.
Kapan Konsumen Bisa Memesan iPhone 18 Pro Max dan iPhone Lipat?
Jadwal pre-order resmi belum berhasil dikonfirmasi redaksi saat naskah ini disusun. Sebagai gambaran, pada siklus peluncuran tahun-tahun sebelumnya, Apple umumnya membuka sesi pre-order dalam hitungan hari setelah acara peluncuran, dengan pengiriman unit menyusul sekitar sepekan kemudian. Pola serupa kemungkinan turut berlaku tahun ini, namun kepastian tanggalnya perlu mengacu pada pengumuman resmi Apple pasca-acara.
Kesimpulan: Era Baru Apple, Harga Baru yang Harus Disiapkan Konsumen
Pergantian kepemimpinan dari Tim Cook ke John Ternus tampaknya bukan satu-satunya perubahan besar di tubuh Apple tahun ini. Lonjakan biaya komponen global, khususnya memori, disebut-sebut menjadi faktor di balik keputusan Apple menaikkan harga sekaligus memisahkan jadwal rilis produk premium dan reguler — meski redaksi masih menunggu konfirmasi resmi atas angka-angka final yang diumumkan dalam acara tersebut.
Jika tren kenaikan biaya komponen ini berlanjut di industri semikonduktor secara luas, bukan tidak mungkin produsen smartphone premium lain turut mengikuti pola serupa: memisahkan lini mahal dan terjangkau demi menjaga margin di tengah tekanan biaya produksi.
Pertanyaannya sekarang, apakah konsumen setia Apple di Indonesia rela merogoh kocek lebih dalam demi iPhone lipat pertama, atau justru mulai melirik alternatif lain yang lebih ramah di kantong? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar.
