JAKARTA, MATANETIZEN.COM – Sarwendah mengungkapkan kehilangan akses ke kanal YouTube Sarwendah Official dan seluruh data di ponsel yang tertaut dengan email pribadinya. Pernyataan itu ia sampaikan lewat Instagram Story @sarwendah29 pada Rabu (14/10/2026).
Sarwendah menyebut kejadian tersebut menimbulkan kerugian yang mengancam keamanan data dan privasinya. Pihaknya kini menyelidiki peristiwa itu secara internal sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Sarwendah menunjukkan sejumlah tangkapan layar sebagai bukti. Awalnya, akun Google miliknya menerima notifikasi peringatan, lalu keluar sendiri dari perangkat. Ia juga tidak bisa masuk memakai kata sandi lama.
Menurut tangkapan layar itu, ada upaya mengubah setelan akun Google melalui perangkat berbasis Windows. Lokasi aktivitas tercantum di sekitar Jakarta Barat. Tangkapan layar lain menunjukkan kata sandi telah berubah sekitar sembilan jam sebelumnya.
Keterangan lokasi tersebut berasal dari notifikasi Google dalam tangkapan layar. Hingga kini belum ada konfirmasi pihak berwenang atas keterangan itu.
Pada hari yang sama, Sarwendah memperlihatkan upaya peretasan terhadap akun Instagram bisnisnya, @sarwendahjuiceofficial. Ia menunjukkan adanya percobaan mengganti akun pemulihan oleh pihak tak dikenal. Akun tersebut untuk sementara dikunci.
Melalui akun bisnis itu, Sarwendah meminta maaf kepada pelanggan SW Healthy. Pesan pelanggan di Instagram belum terbalas karena akun tidak bisa diakses. Permintaan maaf itu ia sampaikan lewat Instagram Story pada Rabu (14/10/2026). Ia menyatakan sedang berupaya memulihkan akun tersebut.
Peristiwa ini muncul di tengah polemik antara Sarwendah dan Ruben Onsu. Pada Sabtu (10/10/2026), Sarwendah membagikan empat rekaman video call Ruben bersama seorang pria di akun Instagram pribadinya.
Ruben kemudian menanggapi lewat media sosial. Ia mempertanyakan tujuan pertemuan yang menurutnya berkaitan dengan penyebaran rekaman itu. Ia juga mengaitkan pertemuan tersebut dengan sidang hak asuh anak.
Pada Minggu (11/10/2026), Ruben mendatangi Polda Metro Jaya bersama Betrand Peto yang akrab disapa Onyo. Keduanya membuat dua laporan. Laporan pertama menyangkut dugaan akses ilegal terhadap akun email Betrand. Laporan kedua menyangkut dugaan pencemaran nama baik dan fitnah.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyebut sejumlah akun media sosial diduga menyebarkan foto dan video pribadi dari email Betrand. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto sebelumnya membenarkan adanya laporan Ruben.
Dalam laporan akses ilegal, Ruben dan Betrand meyakini pelakunya Sarwendah. Alasannya, akun email Betrand tersambung dengan alamat email milik Sarwendah. Laporan akses ilegal itu kini diteliti Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya.
Pria berinisial Y yang terekam dalam video call juga memberi klarifikasi pada Rabu (14/10/2026). Ia didampingi rekannya, Artos. Y menyatakan video tersebut asli dan bukan hasil editan. Artos membantah tudingan bahwa mereka menerima bayaran untuk menjatuhkan Ruben.
Di sisi lain, kuasa hukum Sarwendah, Pablo Benoa, membantah tudingan tersebut. Ia menyampaikannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2026). Menurut Pablo, berdasarkan keterangan Humas Polda Metro Jaya, terlapor masih dalam penyelidikan. Karena itu, ia menyebut tidak ada yang mengacu kepada Sarwendah.
Pablo juga menjelaskan asal-usul email tersebut. Ponsel itu semula hadiah dari Sarwendah untuk Betrand saat masih tinggal bersama, sehingga email tertaut sejak saat itu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Ruben Onsu maupun kepolisian. Belum ada pula keterangan yang mengaitkan peretasan email Sarwendah dengan laporan tersebut.
Kasus email Sarwendah diretas ini memperlihatkan satu akun email dapat tertaut dengan kanal YouTube dan data ponsel sekaligus. Dalam pengakuan Sarwendah, kehilangan akses email berdampak ke dua layanan itu. Di sisi lain, tautan akun lintas perangkat juga menjadi pokok perbedaan versi dalam laporan polisi.
Grid.ID melaporkan Sarwendah mengaku khawatir informasi pribadinya tersebar setelah kejadian itu. Unggahan video call yang memicu polemik juga sudah tidak tersedia di Instagram sejak Selasa (13/10/2026).
Perlu dibedakan dua peristiwa dalam polemik ini. Peretasan menimpa akun Sarwendah, sedangkan laporan polisi Ruben menyangkut dugaan akses ilegal terhadap akun email Betrand.
Dampak juga terasa pada usaha jus Sarwendah. Komunikasi dengan pelanggan melalui Instagram terhenti selama akun dikunci.
Sebelumnya, pada Selasa (13/10/2026), Sarwendah mengaku akun Instagram pribadinya terkena pembatasan fitur siaran langsung selama satu tahun. Ia menyebut ada pula peringatan risiko pemblokiran akun. Menurut Sarwendah, unggahan video call itu diturunkan Instagram setelah banyak dilaporkan pengguna.
Sarwendah menilai pihak yang yakin video itu palsu seharusnya tidak sibuk membuatnya hilang. Pembatasan tersebut terpisah dari klaim peretasan email dan akun bisnis. Sarwendah juga mempersilakan pihak yang meragukan keaslian rekaman untuk melapor agar diuji forensik.
Perselisihan keduanya turut bergulir di jalur hukum, termasuk gugatan wanprestasi soal cicilan rumah yang diajukan Sarwendah.
BACA JUGA: Ruben Onsu Lapor Polda Metro Jaya soal Rekaman Video Call yang Disebar
