Koordinator Wilayah SPPG Purwakarta Diduga Cambuk Kepala SPPG di KPPG Bogor

BOGOR, MATANETIZEN.COM – Polisi mengungkap identitas dua orang yang terlihat dalam video viral pencambukan memakai selang di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Jawa Barat. Kasi Humas Polresta Bogor Kota Ipda Imam menyebut terduga pelaku adalah Koordinator Wilayah (Korwil) Purwakarta Gilang Dewata, sedangkan korbannya Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwakarta Rizko Arjuna Nugraha. Badan Gizi Nasional (BGN) kini memeriksa kasus ini lewat investigasi internal.

Polisi Sudah ke Lokasi, Belum Ada Laporan Resmi

Keterangan Imam disampaikan pada Jumat (16/10/2026). Ia menyebut personel Polresta Bogor Kota dan Polsek Bogor Utara telah mendatangi lokasi serta menemui Kepala KPPG Bogor, Haidir, yang membenarkan kejadian tersebut.

Kapolsek Bogor Utara Kompol Enjo Sutarjo menambahkan, kedua orang itu sudah kembali ke Purwakarta sehingga polisi berencana mengundang mereka untuk klarifikasi. Hingga Kamis (15/10/2026) malam, polisi mengaku belum menerima laporan resmi dari korban maupun saksi.

Menurut Haidir, kejadian berlangsung Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Tempatnya, kata dia, di halaman samping kantor di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, bukan di ruang kerja.

Kedua orang itu disebut datang ke KPPG Bogor untuk urusan masing-masing di kantor tersebut. Saat insiden terjadi, Haidir bersama Kepala Subbagian Tata Usaha dan Korwil Kota Bogor sedang berada di dalam kantor.

Mendengar teriakan dari halaman, jajaran pimpinan melerai, lalu memanggil keduanya untuk ditegur keras. Haidir menyatakan keduanya berdamai dan saling memaafkan sebelum pulang.

Penyebab perselisihan belum jelas. Haidir mengatakan masih mendalami apakah persoalannya bersifat pribadi atau berkaitan dengan pekerjaan.

Rekaman mulai beredar luas di media sosial pada Kamis (15/10/2026). Seorang pria tampak telungkup dan dicambuk berulang kali dengan benda menyerupai selang, sementara pelaku terdengar menantang, “Ayo ribut”.

Sejumlah orang terlihat hanya menonton, dan salah satunya menutup lalu mengunci pintu pagar. Korban sempat berganti posisi menjadi duduk, tetapi cambukan berlanjut hingga ia menyingkir ke sudut ruangan.

Latar dalam rekaman berupa ruangan berpintu pagar besi. Gambaran itu berbeda dari lokasi yang disebut Haidir, dan perbedaannya belum dijelaskan dalam keterangan yang berhasil dihimpun.

BGN: Sanksi Menunggu Hasil Pemeriksaan

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana menyatakan tim di lapangan tengah memeriksa kasus ini dan menargetkan selesai dalam dua hingga tiga hari. Setelah itu, pimpinan BGN yang menentukan hukumannya.

Sanksi yang disiapkan berupa hukuman kepegawaian. BGN juga tidak menutup peluang menyerahkan perkara ke aparat penegak hukum bila akibat perbuatan itu dinilai fatal.

Dari sisi KPPG Bogor, Haidir mengaku berkoordinasi dengan pimpinan BGN di Jakarta soal bentuk sanksi. Penjatuhan hukuman disebut masih menunggu koordinasi resmi dengan Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi BGN.

Haidir memastikan kedua pihak akan dikenai sanksi sesuai kesalahan masing-masing, dan menegaskan KPPG Bogor tidak menoleransi kekerasan sekecil apa pun. Ia pun meminta maaf kepada pimpinan dan publik atas kegaduhan yang timbul.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *