JAKARTA, MATANETIZEN.COM — Kebakaran menghanguskan 18 rumah dan empat tempat usaha di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05 RW 01, Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa, 22 September 2026 malam. Sebanyak 150 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran yang menghanguskan bangunan di atas lahan seluas 1.205 meter persegi tersebut, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp1,2 miliar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Api Berawal dari Kontrakan, Warga Gagal Padamkan dengan APAR
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan Asril Rizal menyatakan laporan kebakaran diterima melalui saluran telepon darurat pada pukul 20.31 WIB, saat api sudah membesar dan berpotensi merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, 150 jiwa harus kehilangan tempat tinggal dengan taksiran kerugian mencapai Rp1,2 miliar,” kata Asril dalam keterangannya, Rabu, 23 September 2026.
Berdasarkan keterangan Asril, api pertama kali terdeteksi di sebuah rumah kontrakan yang juga dimiliki Nanang, Ketua RT 05 RW 01. Saat itu Nanang tengah berjualan di luar rumah dan menerima laporan dari warga bahwa ada kebakaran di bagian atas kontrakannya. Nanang sempat berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), namun tidak berhasil.
“Penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik di salah satu rumah kontrakan,” ujar Asril. Kebakaran terjadi meski gerimis turun di lokasi. “Api cepat sekali membesar, walaupun di lokasi tersebut masih ada rintikan air hujan. Untungnya, petugas segera melakukan pemadaman, sehingga api tidak menjalar ke bangunan gedung ataupun wilayah yang terpisah gang,” kata Nanang.
Sebanyak 24 unit mobil pemadam dan 128 personel dikerahkan menuju lokasi. Api berhasil dilokalisir pada pukul 21.20 WIB, proses pendinginan dimulai pukul 21.33 WIB, dan seluruh operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 24.00 WIB.
Sudinsos dan BPBD Salurkan Bantuan, Tenda Pengungsian Didirikan
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Bernard Tambunan menyatakan Sudinsos menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi 150 warga terdampak, meliputi 200 kotak nasi, 200 botol air mineral, 54 stel seragam sekolah, 22 pasang sepatu, 40 potong celana training, 11 tas punggung, 12 paket popok, dan alat kebersihan.
Komandan Peleton BPBD Jakarta Selatan Muhammad Nur menyatakan BPBD mendirikan satu unit tenda pengungsian di lokasi dan mendistribusikan logistik darurat, antara lain:
- 10 dus air mineral
- 100 boks makanan siap saji
- 35 selimut dan 35 paket family kit
- 5 paket sandang
- 50 lembar terpal
- 15 kasur lipat
- 18 paket pakaian anak
Bantuan akan terus disalurkan selama masa tanggap darurat sesuai kebutuhan warga. Penyidikan mengenai penyebab pasti kebakaran masih berlangsung. Identitas pemilik rumah kontrakan yang menjadi sumber api awal belum diungkap secara resmi oleh kepolisian setempat.
