BGN Copot Kepala SPPG Kalitengah usai Kasus Keracunan MBG

SIDOARJO, MATANETIZEN.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Rafli Ridho, menyusul kasus dugaan keracunan yang dialami ratusan santri dan siswa penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (1/9/2026). Wakil Kepala BGN Trenggono memastikan pencopotan tersebut pada Jumat (4/9/2026), bersamaan dengan penghentian sementara operasional dapur SPPG Kalitengah selama 30 hari. BGN menyebut hasil evaluasi sementara menemukan kelalaian dan ketidakpatuhan petugas dapur terhadap standar operasional prosedur (SOP), sementara investigasi lebih lanjut masih berlangsung.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan Sudaryono, makanan bagi para santri seharusnya dikonsumsi sebelum pukul 10.00 WIB. Makanan yang dimasak sekitar pukul 05.00 WIB itu baru dikirim ke lokasi setelah pukul 11.00 WIB dan dikonsumsi santri setelah pukul 12.00 WIB. Menurut keterangan BGN, kondisi tersebut telah melampaui batas waktu konsumsi yang ditetapkan dalam SOP.

Trenggono menyebut hasil evaluasi sementara menunjukkan kelalaian dan ketidakpatuhan pelaksana dapur terhadap SOP. Keluhan santri, menurut keterangan tersebut, terpusat pada dua menu yang disajikan, yakni telur dan sayuran.

Angka korban sempat berubah dalam hari yang sama. Pada Jumat sore, Trenggono menyebut 740 orang terdampak, dengan 718 orang telah pulih dan 22 orang masih menjalani perawatan. Namun pada Jumat malam pukul 22.31 WIB, Trenggono menyampaikan pembaruan data kepada ANTARA bahwa jumlah terdampak menjadi 748 orang, dengan 22 orang masih dirawat. Angka 748 tersebut sejalan dengan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo yang juga mencatat 748 pasien, dengan 728 orang telah diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan dan 20 orang masih dirawat. Belum ada penjelasan resmi mengenai selisih angka yang masih dirawat antara keterangan Trenggono (22 orang) dan data Dinkes (20 orang).

Kondisi 22 orang yang masih dirawat dilaporkan membaik. Mereka tersebar di sembilan rumah sakit rujukan di Sidoarjo.

Sanksi dan Investigasi BGN

Sudaryono menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Selain mencopot Rafli Ridho dari jabatannya, BGN menjatuhkan sanksi penghentian operasional SPPG Kalitengah selama 30 hari. Investigasi lanjutan tengah dilakukan BGN bersama Dinas Kesehatan setempat untuk memastikan penyebab pasti keracunan. Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan belum diumumkan, dan hingga berita ini diturunkan belum ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut.

Data Nasional Keracunan Program MBG

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris memaparkan data yang mencatat 50.059 orang menjadi korban dari 460 kejadian keracunan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 36 provinsi dan 245 kabupaten/kota, berdasarkan data per 2 September 2026. Menurut Charles Honoris, temuan tersebut menunjukkan persoalan yang bersifat sistemik, bukan kejadian yang berdiri sendiri. Ia mendorong peralihan dari skema dapur terpusat ke sistem dapur berbasis sekolah.

Respons Kementerian dan Pemerintah Daerah

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii memastikan program MBG di lingkungan pondok pesantren tetap dilanjutkan karena dinilai dibutuhkan oleh para santri, dengan catatan evaluasi pelaksanaan diperketat. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Choiri Fauzi turut memberikan tanggapan atas kejadian tersebut. Bupati Sidoarjo Subandi turut memantau perkembangan penanganan korban di sejumlah rumah sakit rujukan.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *