SWISS, MATANETIZEN.COM — UEFA bersama 55 asosiasi sepak bola nasional Eropa secara bulat menolak rencana FIFA menjual saham minoritas Piala Dunia kepada investor swasta melalui entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE), Kamis (30/7/2026). Dalam rapat darurat yang digelar di markas UEFA di Nyon, Swiss, seluruh konfederasi Eropa mengancam boikot total seluruh kompetisi FIFA jika proposal tersebut tidak dibatalkan sepenuhnya.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin menegaskan sikap konfederasinya dalam pernyataan resmi pascarat. “Piala Dunia tidak untuk dijual. Ini milik sepak bola,” kata Ceferin.
FIFA Tawarkan Saham hingga 20 Persen, Targetkan Dana 4,2 Miliar Dolar AS
Berdasarkan laporan resmi yang tersedia, FIFA berencana membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial seluruh kompetisi di bawah naungannya, dengan valuasi mencapai 20 miliar dolar AS. Melalui skema ini, FIFA menargetkan perolehan dana 4,2 miliar dolar AS dari penjualan saham minoritas hingga 20 persen kepada investor swasta.
Investor utama yang disebut dalam laporan ini adalah Joshua Kushner melalui perusahaannya Thrive Eternal. Joshua Kushner dikenal sebagai adik ipar Presiden AS Donald Trump.
FIFA telah mengirim surat kepada 211 asosiasi anggotanya dengan tenggat waktu 19 September 2026 untuk menerima tawaran pendanaan awal sebesar 20 juta dolar AS per asosiasi sebagai bagian dari proposal FFE. Dana yang terkumpul diklaim FIFA akan meningkatkan pendanaan pengembangan sepak bola global menjadi lebih dari 10 miliar dolar AS.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan proposal ini bersifat sukarela. “Ini adalah tawaran, bukan kewajiban,” kata Infantino, seraya menegaskan keputusan akhir akan melalui pemungutan suara asosiasi anggota dan Dewan FIFA.
Baca juga: Belgia Menang 4-1 atas AS, Kontroversi Balogun Guncang FIFA
AFC dan Concacaf Ikut Tolak Proposal FIFA Forward Enterprise
Penolakan tidak hanya datang dari Eropa. Konfederasi Asia (AFC) yang beranggotakan 46 negara menyatakan keprihatinan mendalam dan menyebut langkah FIFA berpotensi merusak fondasi sepak bola di tingkat konfederasi. Concacaf yang mewakili 41 negara Amerika Utara juga menolak proposal dan menyerukan transparansi serta tata kelola yang layak, meski hingga berita ini diturunkan Concacaf belum secara resmi mengancam boikot.
Di luar konfederasi, FIFPro selaku serikat pemain global dan European Leagues turut menyatakan penolakan terhadap rencana komersialisasi kompetisi FIFA ini. Pemerintah Inggris juga secara terbuka menyatakan dukungan terhadap sikap UEFA.
Beberapa fakta kunci dari konflik FIFA vs UEFA ini:
- UEFA dan 55 asosiasi Eropa: menolak bulat, ancam boikot total kompetisi FIFA
- AFC (46 negara): menyatakan keprihatinan mendalam atas rencana FIFA
- Concacaf (41 negara): menolak proposal, belum ancam boikot formal
- FIFPro dan European Leagues: menolak rencana komersialisasi
- Tenggat FIFA untuk asosiasi anggota: 19 September 2026
Piala Dunia Putri U-20 di Polandia yang dijadwalkan pada September 2026 disebut sebagai turnamen pertama yang berpotensi terdampak langsung jika ancaman boikot UEFA benar-benar dilaksanakan. Apakah FIFA akan memundurkan tenggat waktu 19 September atau membatalkan proposal FFE sepenuhnya belum ada konfirmasi resmi hingga berita ini diturunkan.
